Saat Nai Nonton Televisi

Di suatu hari yang panas, gerah, dan berasap (beneran berasap, inih Riau pemirsah), seorang gadis kecil yang biasa kami panggil Mbak Nai yang usianya sudah 5 tahun lebih, dengan seriusnya ngomong ke Ummi:

Mbak Nai: Mi, ntar kita ke swalayan yah. Tadi di TV Mbak liet ada yang untuk muka gitu. Biar Ummi nggak penuaan dini

Ummi: (Apppaaaaaah! penuaan dini? kaca...mana kaca...!!!) Hmmmm... emang penuaan dini itu apa yah Mbak?

Mbak Nai: Itu... jerawat yang ada di muka Ummi (masih dengan wajah serius, sambil nunjuk-nunjuk jerawat saya yang cuma... hmmmm... cumaaa... mendadak amnesia ilmu menghitung)

Ummi: Memangnya kalau ada jerawat Ummi jelek yah Mbak?

Mbak Nai: Nggak sih (wajahnya mulai terlihat aneh). Ya udah, kalau Ummi nggak punya duit, ntar biar Mbak minta ke Abi yah (dengan gaya sok bijak, dia pergi ke Abinya)

Ummi: (Ngelap ingus, berasa nelangsa)

Mbak Nai: Bi... Kasih Ummi duit dong

Abi: Buat Apa Mbak?

Mbak Nai: Buat Ummi bisa beli obat jerawat. Ntar Ummi penuaan dini, Bi.

Abi: (Ketawa lalu tawanya langsung mereda setelah melihat wajah Ummi yang manyun sangat) Iya deh, ntar Abi kasih yah (kembali ke laptop)

Mbak Nai: Bener yah, Bi. Kasian Ummi, nggak punya duit, kan Ummi nggak kerja, cuma nulis di laptop aja...

Ummi: (meres aer mata)

=========================================================================

Di Swalayan

Mbak Nai: Mi, ini 1 yah (sambil pegang coklat)

Ummi: Oke, inget yah Mbak, cuma boleh 2, jadi tinggal 1 lagi

Mbak Nai: 3 deh Mi...

Ummi: Nggak, janjinya kan cuma 2. Atau nggak jadi

Mbak Nai: Iya deh (manyun). Mi, jangan lupa yah beli yang kaya' di TV itu, biar Ummi nggak penuaan dini

Ummi: (Manyun juga, berasa benci banget dengan kata penuaan dini). Iya Mbak (ngambil tonik rambut)

Mbak Nai: Mi, Mbak lupa mau beli apa 1 lagi. Waktu itu Mbak lihat di TV. O yah Mi, beli yang itu Mi... yang itu juga... itu mi... (sambil nunjuk-nunjuk)

Ummi: (Puyeng) Udah Mbak pilih 1 aja. Belanjaan Ummi juga udah cukup

Mbak Nai: Tapi semua itu mbak pernah lihat di TV Mi

Ummi: Nggak semua yang Mbak lihat di TV itu harus kita beli, Nak.

==========================================================================

Sebelum tidur

Mbak Nai: Mi, di TV itu ada orang nggak malu. Masa pake bajunya jelek, pahanya nampak, Mi. Terus, punggungnya juga kelihatan

Ummi: Nah, karena jelek, nggak usah ditiru yah Mbak

Mbak Nai: Ngapa mereka nggak pake baju kaya' Mbak, Mi?. (mendadak dengan wajah cerah), Aha... Mbak tahu, karena mereka nggak punya duit beli baju kaya' Mbak. Jadinya, pake baju gitu. Kasian yah, Mi. Mbak doa biar Allah kasih mereka duit

Ummi: Iya, Nak. Aamiin... (nanya sendiri, jawab sendiri nih anak).

==========================================================================

Inih hanya sebahagian pemirsah, ada begitu banyak celoteh atau pertanyaan Nai. Kalau saya lagi capek, biar jawabannya nggak salah, maka saya delegasikan ke suami. Padahal, Nai itu nonton TV cuma pas nonton Upin Ipin, Laptop si Unyil, Otan, atau Masha and the Bear. Nggak tiap hari juga, cuma kalau laptop lagi di pake aja, biasanya dia nonton lewat laptop, acara yang udah didownload oleh Abi. Sebenarnya pengen sih, di rumah nggak ada TV, tapi untuk saat ini belum bisa. Salah satu alasannya, suami seneng banget nonton bola lewat TV layar gede, daripada nobar di luar. Ya sudahlah... yang jelas Nai masih bisa diatur tontonannya.

Nah, pas nonton lewat TV, ada iklan kan yah. Dari iklan itulah Nai ngeliat macam-macam. Bayangkan, cuma iklan. Gimana dengan anak-anak lain yang porsi menonton TV nya sangat besar dan tanpa pendampingan dari orang tua. Bisa-bisa TV jadi orang tua ketiga nih.

Menurut Rose Mini, salah satu psikolog anak, mengatakan bahwa, anak sangat mudah terpengaruh media audio dan visual karena stimulus yang lebih intens dan lebih menarik bagi anak. Melalui media, pola pikir anak cenderung konkret, apa yang dilihat dianggap benar sehingga anak dikhawatirkan akan meniru mentah-mentah apa yang disajikan televisi.

Alangkah baiknya, menurut Rose, jika orangtua melakukan ”diet media” kepada anak. Bagi anak usia 0-2 tahun sebaiknya tidak menonton media apa pun, sedangkan anak usia lebih dari 2 tahun harus dibatasi menonton televisi.

Untung aja Nai kenalan sama TV di usia 4 tahun, dan selalu ada pendampingan. Terlebih ketika Kak Seto mengatakan bahwa televisi sebenarnya bukanlah sahabat yang baik untuk anak-anak. Namun, karena tidak ada kegiatan lain yang diarahkan orangtua, anak dengan sangat gampang memilih televisi sebagai ”sahabat”. ”Sejak pagi buta hingga malam, anak-anak ditemani oleh tayangan-tayangan yang tidak mendidik, tetapi terkadang membuat anak-anak larut dan terlena,” kata Seto Mulyadi. Ia menambahkan, televisi ternyata membawa pengaruh negatif yang jauh lebih besar daripada positifnya. ”Program infotainment dan reality show pun tak luput jadi tontonan anak-anak dan remaja,” ujarnya.

Tau sendirikan, kalau banyak banget acara di Indonesia raya ini yang nggak mendidik sama sekali. Tapi sayangnya, masih banyak juga orang tua di luar sana yang tidak paham. Bahkan merasa anak mereka baik-baik saja. Padahal ada banyak efek negatifnya.

Setiap kemajuan teknologi, udah pasti lah yah ada efek positif dan negatifnya. Lalu sebenarnya apa yang menjadi efek negatif dari TV terhadap anak?. Ternyata hal ini lebih kepada permasalahan bahwa manusia adalah mahluk peniru dan imitatif. Perilaku imitatif ini sangat menonjol pada anak-anak dan remaja. Kemampuan berpikir anak masih relatif sederhana. Mereka cenderung menganggap apa yang ditampilkan televisi sesuai dengan yang sebenarnya. Mereka masih sulit membedakan mana perilaku/tayangan yang fiktif dan mana yang memang kisah nyata. Mereka juga masih sulit memilah-milah perilaku yang baik sesuai dengan nilai dan norma agama dan kepribadian bangsa. Adegan kekerasan, kejahatan, konsumtif, termasuk perilaku seksual di layar televisi diduga kuat berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak.

Berikut beberapa efek negatifnya :
  • Berpengaruh terhadap perkembangan otak. Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan. Ini terjadi lho sama anak tetangga saya, karena durasi nonton TV yang tinggi sejak usia 0-3 tahun, kemampuan berbicaranya menjadi terganggu.
  • Mendorong anak menjadi konsumtif. Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif. Nah, ini dia nih yang bikin Nai jadi banyak pengennya, korban iklan.
  • Mengurangi semangat belajar. Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
  • Mengurangi kreativitas. Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.
  • Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan). Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Terlebih jika menonton televisi disertai dengan cemilan.
  • Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga. Terlebih menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV.
  • Matang secara seksual lebih cepat. Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat.
Sebenarnya banyak juga efek positif dari menonton televisi. Seperti menambah pengetahuan anak tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan peristiwa yang terjadi di dunia, dan perkembangan permasalahan yang ada di luar lingkungannya, karena televisi bersifat audio visual. Jadi informasi terkesan nyata dan sangat mudah dipahami. Namun sayang, acara TV yang edukatif dan benar-benar tepat untuk anak masih sangat kurang. Kalaupun ada, masih harus kita cermati juga, apakah mengandung efek negatif yang terselubung atau tidak.

Bagaimana Solusinya ?
  • Membatasi anak dan memberinya jadwal menonton. Disesuaikan dengan waktu penayangan acara yang edukatif atau layak untuk ditontonnya. Lalu lakukan menonton bersama dalam artian yang sesungguhnya. Bukan sekedar membiarkan anak menonton dan kita sibuk di sekitarnya seperti, melakukan aktifitas rumah tangga atau pun menyelesaikan pekerjaan kantor yang tersisa. Juga bukan dalam artian kita menonton tayangan yang kita pilih dan membuat anak kita duduk menemani meskipun secara rasional dan emosional dia tidak pantas menerima. Bukan. Menonton bersama yang  benar adalah benar-benar menonton dan mengomentari tayangan tersebut secara dialogis dengan anak. Dengan menuntunnya mengambil nilai positif dari acara tersebut. 
  • Ajak anak untuk melakukan aktifitas lain, seperti berolahraga, pergi ke perpustakaan atau toko buku terdekat, bercocok tanam, membuat aneka kerajinan tangan, bereksperimen di dapur, ke kebun binatang atau museum. Bahkan yang paling mudah adalah mengajaknya untuk berpartisipasi dalam membersihkan rumah dan halaman. Nah loh, anak ada kegiatan, tugas rumah kita juga jadi lebih ringan
Nah, sila temans tambahkan solusi lainnya, menurut pengalaman masing-masing. Karena, tidak semua orang tua yang bisa komitmen untuk menerapkan rumah tanpa TV.

Tontonan yang sama dengan Ummi dan Abi waktu kecil

Cake Gagal di Hari Spesial




Sebelumnya udah sempet nulis yang rada manis dan serius di sini, tentang anniversary saya dan si Abi. Nah, akadnya dulu hari jum'at, resepsinya hari minggu, jadi pas banget deh sama tahun ini. Nggak papa yak, narsis dikit, di tengah hiruk pikuk persiapan nikahannya Raffi dan Gigi hehehe...

Postingan kali ini, hmmmm... rada malu-maluin kaya'nya. Nggak ada yang spesial sih, walaupun hari ini sempet nostalgia di alam pikiran saja tentang acara pernikahan kami dulu, sambil lirik-lirik foto yang ada di dalam lemari kaca. Aha! ternyata bobot kami berdua sudah sangat jauh berbeda hahaha... tambah subur makmur gemah ripah loh jinawi :D

Abaikan dah tentang bobot tubuh. Hari ini, saya dan si Abi sedang asyik berkutat di laptop masing-masing. Teteup, saya dengan lautan aksara, si Abi dengan lautan angka. Nah, jangan ditanya tentang sesuatu yang spesial, seperti kejutan berupa kado, kecupan di kening, makan malam romantis, atau jalan-jalan. Tidak pemirsah, semua itu tidak ada. Kami begitu larut dengan kerjaan hahaha... sudahlah yaaaa... cukup dengan doa yang berisi kebaikan bagi kami semua saja, plus wajah-wajah cantik kedua putri kami yang selalu riang gembira. Alhamdulillah...

Gi sibuk-sibuknya, tiba-tiba Mbak Nai minta dibuatin kue, pengen ngemil katanya. Hmmmm... baiklah, bahan-bahan masih ada, nggak ada salahnya saya buat sebentar, karena sesungguhnya saya juga lapar hihihi... Berhubung kue brownis kukus tanpa mixer masih nge-hits di rumah saya, saya buat ini aja deh. Bahan dan caranya juga simple, resep ada di sini yah. Buat improvisasi, saya akan beri coklat leleh di atasnya, lalu ditaburi kembang gula warna-warni.


Tapi temans... kuenya jadi, sayang bentuknya tak seperti yang diharapkan. Coklat lelehnya juga terlalu cair, penampakannya tidak terlalu cantik, tapi rasanya teteeuuuup enak :)

Ya sudahlah... mari makaaaaan :D   *piring plastik eksis mulu, maklum adanya cuma itu, tapi tupperware lho hahaha...


6 Tahun...


Hari itu, saya menghadiri acara aqiqah anak teman saya dan suami. Teman tersebut adalah pasangan tunanetra yang mampu menginspirasi banyak orang. Saya sempat mendampingi pasangan tersebut di saat-saat proses persalinan anak pertama mereka. Tapi, kali ini saya tak hendak untuk membahas bagaimana romantisme mereka sebagai pasangan suami istri.

Nah, di acara aqiqah tersebut, saat kami tengah menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah, pandangan saya teralihkan kepada pasangan suami istri yang baru saja datang. Sang istri sebagai pengemudi sepeda motor, sedangkan suaminya duduk di belakang sebagai penumpang sambil menggendong anak mereka dengan menggunakan gendongan ala kanguru. Pemandangan yang ganjil bukan? tapi tidak saat kita mengetahui bahwa sang suami adalah seorang tunanetra.

Saya jadi teringat sebuah ungkapan bahwa CINTA ITU BUTA. Kalau dilihat dari pasangan ini, mungkin orang akan mengatakan bahwa si istrilah yang merasakan cinta itu buta, kendati secara lahiriah ia memiliki penglihatan yang sempurna. Bagaimana bisa ia menikah dengan laki-laki tunanetra yang sehari-harinya hanya berprofesi sebagai tukang pijat?. Tapi, itulah cinta dan jodoh.

Zaman sekarang, berapa banyak sih orang-orang seperti sang istri tersebut?. Kebanyakan, dari mata turun ke hati. Belum lagi banyaknya embel-embel berupa kepentingan terhadap pasangan. Lantas, setelah merasa mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya, dikemudian hari, mereka berpisah dengan alasan adanya perbedaan diantara mereka.

Memangnya ada manusia yang tidak berbeda atau 100% sama? tidak, bahkan yang kembar identik saja tetap memiliki perbedaan. Bisa saja, perbedaan, ketidakcocokan, sering dijadikan kambing hitam karena enggan mempublikasikan penyebab sebenarnya. Tapi, terkadang alasan sebenarnya sungguh tak jauh berbeda. Banyak pasangan yang tak setangguh pasangan jaman dulu yang konon lebih tahan banting dalam mengarungi gelombang, di samudera pernikahan.

Sejatinya, perbedaan dan ketidaksempurnaan bisa membuat pasangan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Oleh karena itu, saat memilih, tak semata lewat pandangan mata, tapi hendaklah karena ketakwaannya. Bagaimanapun, ketampanan bisa terkalahkan oleh kemapanan, tapi ketampanan dan kemapanan akan terkalahkan oleh keimanan. Tak lain, agar Allah Ridho dan SAMARA itu juga tercipta. Maka, baiti jannati itu tak sekedar fatamorgana.

Hari ini, tepat 6 tahun saat janji suci yang menggoncang Arsy itu diucapkan. Istimewanya, di hari yang sama, yaitu hari Jum'at. Bukan waktu yang singkat dan bukan pula waktu yang sudah terlalu lama. Ada banyak hal yang telah saya dan Abi lalui. Tak mudah, dan tak hendak pula menyebutnya terlalu sulit, karena sampai detik ini, kami masih selalu memupuk keyakinan bahwa dibalik 1 kesulitan ada 2 kemudahan. Tak ada yang tak mungkin bila Allah sudah berkehendak. Jadi, lebih baik selalu melangitkan rasa syukur. Bukankah kami diberikan oleh Allah fisik yang sempurna.

Semoga Allah selalu meridhoi kami, berkenan samara itu senantiasa ada, dan kami bisa menjadi Ummi Abi yang baik untuk kedua putri tercinta. Aamiin...

Mohon Aamiin juga yah temans semuaaaaa.... :)

Jangan sekali-kali beranggapan bahwa dunia ini sempurna atas diri seseorang
Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa meraih segala yang ia inginkan
dan tidak ada seseorang yang terbebas dari kekurangan sedikit pun
(Dr. 'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni)

Suami Suka Miabi



Hahaha... si ummi bikin judul rada nyeleneh, maklum pemirsah, ikutan latah nih, karena teman-teman pada sering juga bikin judul yang rada kontroversi, biar pengunjung rame trus kalau ada yang punya pikiran negatif, langsung suebeeeeel tingkat mahadewa *sumpeeeeh ummi nggak nonton seri India inih, cuma liat iklannyah :D

Jadi, sebenarnya mau nulis apaan sih? nulis resep lah, miabi itu sebenarnya Mi Abi. Iyah... mi kesukaan Abi, kesukaan suami saya. Sebenarnya ini resep cuma eksperimen dari asal cemplang-cemplung bahan dan bumbu yang ada di dapur. Depresi mau masak apa *lebay kumat
Bahan-bahannya pake yang ada di dapur deh pokoknya, jadi maaf kalau takarannya juga ngawur :D

Kebetulan nih daging qurban masih ada, sebelumnya saya udah bikin rendang. Rendang pertama yang saya buat sendiri, luaaaar biasa terharunya ketika berhasil membuatnya, bahkan saya sampe nangis berurai air mata... karena nggak sempet mengabadikannya lewat kamera T_T 
Padahal pan mau narsis juga nulis resep plus penampakannya di blog inih. Tapi, saking ueeenaknya... saya jadi amnesia :D

Baiklah, panjang amat mukadimahnya, kita langsung aja cekidot bahan dan cara Ummi memasaknya yah :)

Bahan:
  • 1/4 kg daging sapi
  • 2 lembar mie jagung
  • 1/2 buah bawang bombay
  • Bumbu halus (Cabe 4 + bawang merah 3 + Bawang putih 4)
  • Tomat 1 buah
  • Batang dan daun bawang 1
  • Daun seledri 1
  • Merica
  • garam
  • gula
  • saos tiram 2 sdt
  • Air secukupnya
Cara membuatnya:
  • Daging direbus sampe empuk, ambil kaldunya, daginya diiris kecil-kecil
  • Tumis bumbu halus sampai harum bersama dengan irisan bawang bombay
  • Masukkan daging ke dalam tumisan tadi, beri air, tambahkan merica, garam, gula, dan saos tiram
  • Setelah bumbu meresap, masukkan mie jagung, tambahkan kaldu
  • Terakhir, tambahkan tomat yang dipotong dadu, irisan batang dan daun bawang, juga seledri
Mudahkaaaaan, rasanya juga enaaaaak *kapan sih Ummi bilang masakannya nggak enak :D


Soft Durian Ala Viz Cake Pekanbaru


Pas si Abi dan Nai pergi ke Riau Expo 2014 beberapa hari yang lalu, Umminya kebagian jajanan ajah. Nyogok gitu rupanya, karena perginya nggak bilang-bilang. Si Abi beliin soft durian dari stand Viz Cake Pekanbaru. Tahu ajah kalo Ummi doyan banget. Dulu, biasanya kalo beli soft durian inih, ukurannya lumayan gede, dengan harga 25 ribu kalo nggak salah, sekarang udah 30 ribu. Nah, yang dibeliin si Abi ini soft durian mini. Ukurannya lebih kecil, harganya pas di Riau Expo 10 ribu saja. Produk mini ini baru diluncurkan bulan Maret yang lalu.


Soft durian ini terbuat dari durian yang dilapisi dengan sponge cake. Jadi, rasanya enaaaaaak, dan lembuuut banget. Makannya dingin-dingin. Makanan ini bisa bertahan di dalam lemari es selama 4-5 hari. Buat yang pengen dijadikan oleh-oleh, makanan ini bisa bertahan selama 10 jam perjalanan. Pokoke soft durian ini salah satu makanan favorit saya dari Viz Cake, selain bolu gulungnya yang juga enaaaaaak banget.


Nah, buat temans yang bertandang ke Pekanbaru atau mau ke luar kota, nggak ada salahnya buat mampir ke Viz Cake ini untuk cari oleh-oleh. Lengkaaaap banget, nggak cuma cake, tapi juga snack lain khas Riau termasuk lempuk durian, bahkan ada ikan salai juga. Saya kalau beli sesuatu untuk oleh-oleh, belinya di sini. Alamatnya ada di Jalan Hangtuah dan di Jalan Sudirman.

Rumah Makan Bude Di Pekanbaru

Di Pekanbaru, banyak banget tempat makan. Mulai dari ampera, rumah makan padang, cafe, restoran gede, maupun foodcourt yang ada di mall. Harganya juga bervariasi, ada yang nasi komplit plus lauk seharga 5 ribu rupiah saja, sampe yang harganya ratusan ribu per porsi. Tinggal menyesuaikan dengan selera dan isi dompet saja.


Nah, kalau temans bertandang ke Pekanbaru, bosen dengan rumah makan padang yang menjamur, sila mampir ke rumah makan Bude. Letaknya di Jalan Hangjebat x no. 17 Gobah. Makanan yang disajikan makanan khas Jawa,, Melayu, dan Minang. Ada banyak pilihan makanan, temans tinggal menunjuk makanan mana saja yang diinginkan di meja prasmanan, lalu mencari tempat duduk, tak berapa lama makanan yang temans pilih tadi akan diantarkan, lengkap dengan nasinya yang sebakul. Di sini, kita diberikan sayur gratis. Jadi, buat yang nggak pengen kebanyakan sayur di mejanya, nggak perlu nunjuk sayur yang ada di meja prasmanan, kecuali emang doyan banget sayur or ada sayur yang diincer di meja prasmanan.

 Meja Prasmanan

 Makanan nyampe ke meja

Untuk minumannya, coba deh es buahnya, enak dan segeeeeeer banget. Buat yang nggak doyan, ada minuman lain, teh es/anget, jeruk es/anget, atau air putih saja :D Yang jelas, menunya memang pas banget buat makan siang. Kalau temans ke sini, cepetan yah, sekitar jam 11 an gitu, karena di atas jam segitu, tempat ini bakal ruameee banget, bahkan susah buat dapetin tempat duduk lho. Padahal tempatnya lumayan luas, parkirnya juga, di sana juga ada fasilitas tempat shalatnya.

 Ada tempat shalat di samping belakang

Tempat parkir luas

Dulu, rumah makan Bude ini ada diseberang SMP Santa Maria, tempatnya juga agak masuk ke dalam. Jadi, walaupun pindah tempat, rumah makan ini udah punya banyak sekali pelanggan yang nggak peduli kemanapun rumah makan ini pindah, bakal tetep dijabani hehehe... Termasuk saya. Dulu, bisa dibilang tiap makan siang, saya selalu makan di sini, jaman saya masih jadi guru SMK, tahun 2008 lah.


Ikan Goreng Siram Saus Mangga



Ini makanan yang sering banget saya buat pas lagi hamil adek Khai. Rasanya enak, apalagi sensasi asam dari mangga, segeeeeer. Maklum temans, pengennya makan mangga muda, tapi nggak tahan karena ada maag. So, karena saya doyan banget sama ikan, untuk variasi, olahan ikan goreng siram saus mangga ini jempooool banget deh. Cara buatnya juga gampang, hasilnya enak, bahkan kalau saya makannya bisa sampai bersih banget, tulang-tulang ikan murni tulang-tulang aja tanpa tersisa dagingnya sedikitpun, bahkan tulang-tulangnya remuk tak berbentuk lagi hehehe... *rakus ini mah

Bahan:
  • 3 ekor ikan nila ukuran sedang (bersihkan)
  • 2 buah mangga ukuran sedang yang setengah matang (iris panjang-panjang)
  • 1 ruas jahe (iris)
  • 5 batang cabe merah (iris)
  • 3 siung bawang putih (iris)
  • 1 buah bawang bombai ukuran sedang (iris)
  • 1 buah tomat merah (potong dadu)
  • 1 sdt merica
  • gula secukupnya
  • garam secukupnya
  • saus tomat 5 sdm
  • Air 6 sdm
  • Maizena 1 sdt
  • minyak untuk menggoreng
Cara membuatnya:
  • Ikan dilumuri garam, lalu goreng
  • Tumis semua bahan saos, cabe, bawang putih, bawang bombai, jahe, beri garam,gula, merica, dan masukkan saus tomat, air yang telah dilarutkan dengan maizena, terakhir beri irisan mangga
  • Siram saus yang telah matang tadi ke atas ikan yang telah digoreng.

Jepretan Riau Expo 2014

Nah, pulang dari manasik haji, Nai dan Abi rupanya mampir ke Riau Expo. Nggak bilang-bilang sama Ummi pemirsah... alasannya kerena kebetulan lewat, trus udah hari terakhir, sayang kalau nggak mampir. Padahal saya juga pengen banget ke Riau Expo, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi sekarang, nggak bisa karena masih ada asap, walaupun nggak terlalu pekat, tapi bahaya juga buat baby.

Ya udah deh, lagi-lagi saya cuma kebagian lihat fotonya aja... Moga Riau Expo berikutnya saya bisa datang langsung ke sana ^__^











Brownis Kukus Tanpa Mixer



Baking lagiiiiii... semangat bener yak si Ummi hehehe... Maklum pemirsah... baking itu ternyata mampu jadi sarana refreshing yang asyik. Hasilnya, bisa dimakan lagi, walaupun gagal, asal layak makan, teteup ludeeeees hihihi... Soale, mau jalan-jalan, nggak bisaaaa, masih asap nih, kasian adek Khai.


Nah, kali ini saya nyobain resep brownis yang bikinnya tanpa mixer, bukannya nggak punya mixer, tapi kalau nggak pake mixer kan bisa lebih hemat listrik dan nggak polusi suara hihihi... (bilang ajah irit yak). Resep ini, teteup dapetnya dari grup dapur Aisyah yang kereeeen itu, Jazakillah... buat yang udah posting resepnya, sangat bermanfaat banget buat saya yang anak baru di dunia perbakingan *clingak-clinguk ngecek ada editor dimari kagak :D

Oke deh, bahan dan cara membuatnyanya saya copas langsung dari yang posting:

Bahan:
terigu 250 gr. coklat bubuk 100 gr. gula halus 200 gr. minyak goreng 200 cc. air kopi 200 cc. telur 2 butir (kocok lepas). garam 1 sdt. soda kue 1 sdt.

Cara:
  1. Terigu. coklat bubuk. soda kue. gula halus campur rata. lebih baik lagi apabila terigu dan coklat bubuk diayak terlebih dahulu.
  2. Di gelas lain campur telur kocok+minyak goreng.
  3. Campuran terigu dituangi air kopi sampai rata.
  4. Setelah tercampur masukkan campuran minyak goreng+telur.
  5. Aduk- aduk sampai benar-benar rata.
  6. Masukkan loyang dan kukus.
  7. Tes kematangan brownis dengan tusuk gigi 
Rasanya, nyoklaaaaaaat bingiiiiiiits.... :)


Nai Manasik Haji

Hari Sabtu lalu, Nai manasik haji. Ummi nggak bisa nemenin. Pengen sih ikut, Tapi adek Khai masih 3 bulanan, trus di sana ntar kalau adek mau ngeASI gimana, belum lagi udara di Pekanbaru sedang nggak bagus, biasalah asap. Jadi, Nai cuma ditemenin sama Abi. Ummi cuma liatin fotonya aja :D


Jam 7 Pagi, Nai harus udah kumpul di sekolah. Nai minta dibuatin bekal, bihun goreng pakai sosis dan telur. Padahal udah sarapan lho. Trus di sana ntar juga bakal dapat snack dan makan siang. Kalau Nai nggak makan bihunnya, ada Abi kok yang siap buat bantuin hihihi...

Nai berangkat dari sekolah ke lokasi manasik haji dengan menggunakan bis, bareng guru dan teman-temannya. Bus yang di pakai Nai ini duluna bus yang biasa saya naikin juga waktu jaman kuliah S1 dulu, bis kampus tercinta. Ya ampuuuuuun... waktu berlalu begitu cepat yak :)


Nai ngikuti manasik hajinya semangat banget. Senang karena dapet barisan paling depan, biasanya baris paling belakang mulu pas mau masuk sekolah, maklum, temennya datang kecepatan, jadi Nai keduluan (bahasa halus dari TERLAMBAT :D)



Lihat fotonya aja Ummi udah senang. Mudah-mudahan Allah nanti mengundang kita untuk bertamu ke rumahNya yah, Nak! :)

Donat empuk, enak, mudah, tanpa diuleni


Udah lama banget nggak bikin donat. Kalau lagi pengen biasanya tinggal beli aja. Yah, alasan klasik sih, males buat nguleni hihihi... maklum sajah, dulu saya kalau buat resepnya ribet amat, saya buat donat ubi dan donat ketan hitam. Sekarang ada baby, tambah susah deh. Eh, Nai malah kangen makan donat bikinan ummi, buat bekal sekolah katanya.

Akhirnya, demi mewujudkan permintaan Nai, saya googling nyari resep donat yang empuk, enak, mudah, tanpa diuleni. Taraaaaaaa... dapet! saya langsung nyangkut di blog kerennya Mbak Diah Didi. Ya ampuuuuuun, padahal saya sering juga wara-wiri di blog Mbak Diah Didi, secara dia juga member Kumpulan Emak2 Blogger (KEB), seharusnya langsung search di blog Mbak Diah Didi aja yak. Tapi nggak papa, walaupun terlambat, yang penting saya bisa menemukan resep donat empuk, enak, mudah, tanpa diuleni ini. Bahan-bahannya gampang, bikinnya juga nggak lama, kerennya lagi nih, nggak perlu pake tenaga dalam buat nguleni, karena kita nggak perlu nyentuh adonannya, cukup pake sendok ajah!

Oke deh, langsung aja yak bahan dan cara pembuatannya yang saya sontek dari blog Mbak Diah Didi:
  • 50 gr mentega tawar (karena nggak ada mentega seperti resep aslinya, saya pakai margarin blue band, karena males, nggak saya lelehkan, langsung aja, Alhamdulillah tetep jadi)
  • 50 gr gula pasir
  • 2 butir telur
 Bahan tersebut dicampur, aduk rata pakai whisk
  • 200 ml susu cair (susu UHT plan)
  • 1/2 sachet ragi instan (fermipan)
campurkan ke bahan pertama tadi, aduk rata pakai whisk
  •  300 gr tepung terigu protein sedang
  • 1/2 sdt garam
Masukkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan tadi, aduk dengan spatula sampai rata. Pelan-pelan saja, jangan terlalu kuat

Setelah itu, diamkan adonan selama 30 menit hingga mengembang 2x lipat, ditutup dengan plastik (saya cuma nutup pake piring :D)

Nah, tanda adonan sudah mengembang, ada rongga-rongga di adonannya, seperti ini:


Adonannya memang agak lembek, jadi untuk membentuknya dengan menggunakan dua buah sendok. Dibentuk bulat-bulat, nggak bolong tengahnya, tapi tetep donat jugakan hehehe...




Panaskan minyak goreng. Setelah minyak panas, gunakan api sedang, masak adonan yang sudah dibentuk.



Nah, begini penampakannya setelah matang, lumayan lah yaaaa, ntar pas udah dikasih topping bakal cantik kok :D



Selanjutnya, donat tinggal diberi toping deh. Saya pakai meises dan keju, donatnya dioles margarin dulu


Nai bilang, enaaaaaaaak banget!. Alhamdulillah... :)


Langsung deh dijadikan bekal sekolah



Gubernur Riau Annas Maamun Ditangkap KPK

Heboh.... ya heboh. Gubernur Riau Anaas Maamun tertangkap tangan oleh KPK di Cibubur. Diduga, Gubernur Riau hendak menyuap salah satu oknum penegak hukum. Tak main-main, milyaran rupiah ikut diamankan. Terang saja kejadian ini menjadi trending topic di dunia maya. Semua ikut berkomentar, share berita-berita yang terkait dengan kejadian ini, bahkan salah satu stasiun TV menyiarkan berita ini secara live.

Tak hanya penuh kontroversi dalam pemilihannya, Gubernur Riau Annas Maamun ini juga penuh kontroversi dalam kebijakan politiknya, pengangkatan anggota keluarganya menjadi pejabat daerah, dan yang paling hangat tentang kasus dugaan pelecehan seksual yang sempat menyerat namanya. Pertanyaannya, hendak menyuap dalam kasus apakah dia? ini yang belum bisa dipastikan, banyak pihak yang berspekulasi.

Di Facebook, Twitter, bahkan status BBM penuh dengan status-status tentang Gubernur Riau Annas Maamun yang ditangkap KPK. Kebanyakan yang saya baca, isinya menghujat, mensyukuri, bahkan membuat gambar parodi yang muaranya juga sama. Hanya satu status salah seorang teman yang sempat membuat saya sedikit merenung, yaitu:

"Mungkin kita terlalu sering menghujat pemimpin, dan lupa mendoakan mereka"

Hmmmmm... ya, mungkin saja. Baiklah, kita tunggu saja bagaimana kasus ini berjalan, apakah kelak Gubernur Riau Annas Maamun akan ikut menyusul seniornya, Gubernur Riau sebelumnya-Rusli Zainal?

Hits From The 80s & 90s

Di postingan ini, saya tak hendak membahas tentang grup yang lagi hits banget, yaitu Hits From The 80s & 90s. Mungkin temans sudah menjadi member grup tersebut, atau cuma stalking aja. Silahkan bernostalgia di sana, baik ingatan tentang permaian masa kecil, makanan, tontonan, dll. Lho, jadi mau bahas apaan dong, tenangaaaaang... ini juga tulisan ringan kok, tentang obrolan saya dan suami menjelang tidur, tapi ada kaitannya dengan Hits From The 80s & 90s

Saya:  Bi, udah ngantuk belum?

Si Abi: Udaaaah mi... (mata udah 5 watt banget)

Saya:  Boleh nanya nggak?

Si Abi: Boleeeeh, tapi jangan banyak-banyak dan jawabannya nggak pake panjang yah (udah ngantuk berat)

Saya:   Bi, ini tentang grup Hits From The 80s & 90s

Si Abi:  Besok aja mi, kirain penting banget (sebel) 

Saya:   Ini penting banget, Bi. Kalau nggak Ummi nggak bisa tidur

Si Abi: Apa sih Mi? (makin sebel)

Saya: Gini, Bi. Kenapa yah kok hampir di seluruh Indonesia pas jaman itu, permainan anak-anaknya bisa samaan, paling cuma beda namanya doang. Padahalkan dulu nggak secanggih sekarang, ada TV, HP, Internet, dll. Gimana caranya coba

Si Abi: Jawabnya TRANSMIGRASI dan URBANISASI mi... (langsung tidur pules)

Saya:  Ooooo... bener juga yah, Bi. Kok Ummi bisa nggak kepikiran ke sono. Bi... Abi... Bi...

Si Abi: Zzzzzzzzzzzz


Ada jawaban lainkah temans? :)


Bolu Kukus Tape Singkong


Bolu kukus memang paling gampang untuk dibuat, rasanya juga enak. Nah, waktu itu ada tape singkong di rumah. Saya udah lama juga nggak makan bolu tape. Jadi, berhubung lagi rajin banget dan si adek aman terkendali, akhirnya saya dan Nai bereksperimen kembali di dapur hehehe... maklum saja, biasanya kalau pengen makan bolu tape, saya biasanya memesan, bukan membuat sendiri. Apalagi belum punya oven. Tapi ternyata, bolu tape dikukus enaaaaak juga.

Berbekal dari resep yang saya dapatkan di Mbah google, akhirnya bahan-bahan yang ada langsung saya eksekusi. Sedikit improvisasi, di atas bolu saya taburi keju, yang ternyata meleleh saat dikukus. Selain itu, saya tidak menggunakan cetakan muffin seperti yang dikatakan resep, melainkan cetakan bolu kukus. Alhasil, penampakannya seperti bolu kukus yang lagi ketawa malu-malu. Tapi kalau soal rasa. jangan ditanya, enak begindang karena masak di dandang *halaaaaah :D

Lagi-lagi semua suka (semua itu adalah saya, si Abi, dan Nai :D) dan bolu kukus tape singkong ini juga dijadikan bekal untuk dibawa Nai ke sekolah. Sungguh, prestasi banget buat saya yang masih sempat membuat sendiri bekal untuk Nai, walaupun rempong ngurus ini itu, termasuk si adek yang masih baby. Semangaaaaat, karena ini akan menjadi bagian tersendiri untuk Nai kenang :) *lap aer mata

Bahan-bahan:
  •     85 gram margarin
  •     100 gram tape singkong
  •     5 butir telur
  •     85 gram gula pasir
  •     1 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
  •     100 gram tepung terigu protein sedang
  •     2 sendok makan susu bubuk
  •     1/2 sendok teh baking powder

Cara membuat:
  1. Kocok margarin hingga lembut. Tambahkan tape singkong. Kocok rata. Sisihkan.
  2. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier hingga mengembang. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan baking powder sedikit-sedikit sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Tuang sedikit adonan telur ke dalam campuran margarin. Tuang kembali ke  dalam campuran telur sambil diaduk rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang muffin yang dialas cup kertas. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang.


Celoteh Nai: Kesukaan Ummi

Waktu itu, sehabis makan siang. Nai bilang ke saya, kalau dia tahu apa saja yang menjadi kesukaan ummi. Wah, jelas saya penasaran, apakah kira-kira yang akan dikatakannya, bagaimana pandangannya terhadap umminya. Semoga ngomel tidak menjadi urutan teratas hihihi...

Dengan wajah sumringah dan mulai menghitung dengan jarinya, dia berkata bahwa kesukaan ummi adalah:
Pedas, semangka, buku, laptop, Adek, bunga, masak, bikin kue, madu, ... apalagi yaaaa... udah itu aja dulu mi

Alhamdulillah.... nggak ada kata ngomelnya hahaha... Etapi, saya bingung, kenapa adek bisa jadi kesukaan ummi yak. Setelah saya tanya, Nai bilang karena ummi sering sama adek dan suka ketawa, peluk-peluk, juga cium adek. Ya ampuuuuun, sungguh saya merasa gimanaaaaa gitu. Sambil tersenyum semanis mungkin, saya bilang bahwa saya juga menyukainya, saya suka kedua anak saya, lalu saya mencium dan memeluknya.