Bakpao Coklat Mini



Pekanbaru kalau udah diguyur hujan, rasanya nikmaaaaat banget deh. Apalagi puanaaaaasnya cuaca Pekanbaru belakangan ini. Nah, pas hujan-hujan itu bawaannya lapeeer yak. Buat ngemil Mbak Nai dan Abi, saya bikin bakpao deh, isian coklat, dengan ukuran yang mini ajah. Hmmmmm... pao nya lembuuuuut.... enak banget dimakan anget-anget, ditemeni dengan teh anget. 

Temans mau coba? yuuuuk bikin, nggak ribet, step by step di gambar, sila cek resepnya juga di gambar yaaaaah ^____^



















Jadiiiii deeeeh....

Kangen

Ada percikan rindu yang begitu sulit untuk diredam. Ada resah yang terasa saat tak berkabar. Sahabat... bagaimana kabar mu saat ini?
Pernah nggak, ngerasa kangen dengan seseorang yang dulu jadi bagian dari memori indah kita tentang sebuah persahabatan?. Buat yang punya sahabat, mungkin semua pernah yak. Trus rasanya ada perih saat nggak bisa komunikasi karena seperti ada jurang yang memisahkan. Bukan tentang jarak semata, tapi sepertinya tentang sesuatu yang tak terkata. Sungguh, kenapa nggak katakan saja ada apa?, karena kita bukan cenayang yang bisa tahu pasti apa yang ada di hati dan yang tengah terjadi. Kita juga butuh penjelasan agar tak dibayangi oleh pikiran "Saya salah apa?"

Ya sudahlah... tak ada yang lebih indah selain melangitkan doa semoga kondisi mu di sana baik-baik saja, sahabat...



Resep Puding Sutra Mangga


Pekanbaru puanaaaaas banget nih. Pas di kamar, udah jam 8 malam trus ngidupin AC, cek suhu ruangan, ternyata 33 dc. Wooow... kebanyang dong yah gerahnya. Nah, pas siang-siang cuaca gi terik banget, enaknya makan yang seger-seger nih. Kebetulan pas di pengajian Nai minta dibeliin puding, puding sutra namanya. Enaaaaak dan lembuuut banget, makanya dinamai sutra kali yak. Akhirnya googling, nemu banyak resep puding sutra. Saya cobain, Alhamdulillah berhasiiiil... Mbak Nai sukaaa :D

Kebetulan ada mangga di rumah, jadi puding sutra mangga

Bahan dan cara pembuatannya:

  • Agar-agar 1 bungkus
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Air 5 kaleng (kaleng bekas susu kental manis)
  • 2 buah mangga ukuran kecil, diblender, pake air (airnya udah termasuk takaran 5 kaleng)


Masak di tas api sedang, setelah mendidih, angkat dan letakkan di wadah. Hmmmm... saya pakai wadah gede sih, karena nggak ada stok cup kecil-kecil. Sebaiknya di cup kecil-kecil, karena puding ini nggak bisa dipotong pake pisau, lembuuuuut bangeet bakal hancur.


Menakar Tanpa Timbangan? Bisa

Pengen baking tapi nggak punya timbangan? atau punya timbangan tapi bingung nentukan takarannya saat nemu resep yang pakai ukuran sendok makan, gelas belimbing, cup/cangkir, liter/ml. Nggak usah khawatir, inih solusinya ^__^










Happy Baking yaaaaaa.... :D

Menyusui


Adek Khai lahir secara cesar, sama dengan Mbak Nai. Kehamilan kedua saya dibayangi oleh eklamsia. Secara medis, kemungkinan eklamsia setelah pernah mengalaminya pada kehamilan pertama, besar untuk terulang kembali. Tapi, Alhamdulillah... saya tidak mengalaminya. Operasi berjalan dengan lancar, bahkan kondisi saya cepat pulih. Saya sangat bersemangat, apalagi saat melihat bayi mungil yang masih merah itu.

Saat proses operasi, saya dalam kondisi sadar. Berbeda dengan Mbak Nai, saya tidak sadarkan diri. Saat sadar, penglihatan saya terganggu. Lalu, tak lama saya kejang dan sempat koma. Akibatnya, saya tidak bisa menyusui. Menjelang kondisi saya pulih, Nai minum susu formula. Tapi, Alhamdulillah akhirnya saya bisa memberikannya ASI, tak lagi sufor, sampai usianya 2 tahun.

Sedangkan Adek Khai, saya berhasil IMD dan ASIX. Insya Allah bisa ASI sampai usia 2 tahun. Alhamdulillah ASI saya lancar. Kalau ditanya tipsnya, selain makanan, dukungan dari keluarga (terutama suami), juga pikiran yang positif. Menyusui Khai kapan saja. Semakin sering disusui, ASI menjadi semakin banyak, karena hormon oksitosin yang ada.

Saya pribadi tidak pernah ada masalah dengan ASI. Tapi, tetap saja rajin untuk mencari informasi seputar ASI, bergabung dengan grup-grup yang mensupport ASI, agar bisa share kepada orang-orang yang membutuhkan masukan. Walaupun menyusui adalah hal yang alami atau bisa dikatakan naluriah, nggak sedikit juga ibu yang tidak menyusui bayinya karena kurang ilmu, tidak begitu paham tentang manfaat ASI bagi anak maupun ibunya, mudah tergiur dengan promosi gencar sufor, merasa repot apabila ASIP, saat terjadi masalah saat menyusui menjadi mudah meyerah walaupun belum usaha maksimal untuk mengatasinya, tidak ada dukungan dari keluarga, dll (kalau salah satu teman saya bilang, kurang ilmu, usaha, dan dukungan).

Jadi, penting banget edukASI dan peran aktif kita sebagai perempuan (para calon ibu) untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang ASI, karena persiapan untuk memberikan ASI, dimulai dari saat masih mengandung. Namun, saat sudah berusaha dengan maksimal, dan terbentur dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa memberikan ASI, jangan berkecil hati, setiap anak memiliki rezekinya masing-masing, juga kasih sayang dan doa dari ibunya yang dapat membantu tumbuh kembangnya dengan baik, Insya Allah.

O yah, saya mau share pengalaman saya nih. Nai dan Khai itukan nggak pernah ASIP, jadi nyusu secara langsung dan waktunya kapan saja dia mau. Nah, pas gi di luar, Alhamdulillah saya nggak pernah kesulitan saat menyusui. Di pasar, saya diberi tempat oleh salah satu pemilik toko saat melihat baby mulai rewel. Di tempat makan juga gitu, saya bisa mendapatkan tempat untuk menyusui, kecuali dari awal udah dapet posisi yang bagus buat menyusui (pilih tempat yang di sudut), kalau di mall mah enak, udah ada ruang khusus untuk baby. Cuma yang harus diwaspadai adalah jangan sampe menyusuinya pas menghadap CCTV yah :D

Oke deh, semangat buat para Ibu. Jangan kebanyakan galau, harus bahagia, agar bisa mendidik anak-anak dengan bahagia juga. Udah, itu aja ^____^


Lava Cake Kukus Ala Ummi



Udah lamaaaaaaa banget pengen bikin lava cake ini. Kalau udah ngeliatin tayangan orang gi makan cake ini, rasanya ngileeeeeer banget deh, termasuk pas liet foto-fotonya. Aaaaaah... akhirnya, kesampaian juga buat nyobain bikin. Berhubung nggak punya oven, dikukus ajah, uenaaaak juga kok. Trus yang paling penting, bahan dan cara pembuatannya nggak ribet. Duuuuh... kenapa nggak disempetin dari dulu yak.

Bahan-bahannya:

  • DCC 85gr
  • Mentega 2 sdm
Bahan tersebut di tim sampai cair
  • Telur 2 butir
  • Gula 1 sdm
  • Tepung terigu 3 sdm
  • Susu kental manis 1 sachet
Cara membuatnya:

  • Campurkan semua bahan
  • Masukkan ke dalam cetakan
  • Kukus selama 5 menit saja, di kukusan yang udah dipanaskan terlebih dahulu, jangan lebih yah. Biar di dalamnya ada lava. Jangan lupa gunakan kain untuk menutup tutup kukusan agar air uap tidak menetes ke cake


Papero: Customized Premium pop Up Art & Greeting Card

Kali ini, saya mau kenalin temen baru saya nih. Iya, kami baru kenal pas acara kelas inspirasi yang lalu. Namanya Ragillia Rachmayuni, seorang desain grafis yang punya usaha keren bernama Papero. Customized Premium pop Up Art & Greeting Card. Saya sempet ngobrol lumayan banyak dan akhirnya tertarik buat ngebahas tentang Mbak Ragil di blog ini. Sipa tahu bisa menginspirasi teman-teman juga. Berikut beberapa pertanyaan plus jawaban dari Mbak Ragil tentang usaha yang tengah ditekuninya saat ini, cekidot yaaaaa ^_^

  •  Apa nama usaha mbak Ragil


Papero. Customized Premium pop Up Art & Greeting Card

  • Kapan Mbak Ragil memulai usahanya

Hmm kapan ya? Di hitung dari saya resign dr kantor sik, dari November 2014 resminya

  • Latar belakang pendidikan Mbak Ragil (kuliah dmn dan jurusannya apa)

Desain Komunikasi Visual (Desain Grafis) Institut Teknologi Nasional Bandung

  • Dapet inspirasi dari mana

Awalnya, karena sedari kuliah memang suka dengan kesenian kertas po up ini. Sempat beberapa kali membuat buku po p up (bisa liat dibehance.net/ragillia)
Sempat berhenti mengekplore tentang kesenian pop up ini, tapi suatu hari ketika bermain ke pinterest.com. saya melihat perkembangan pop up sudah sangat pesat dan banyak jenisnya, salah satunya pop up frame dan card. Oleh karena itu, saya coba aja iseng membuat untuk ulang tahun ponakan saya. Iseng upload di social media saya, eh ternyata ada beberapa teman yang suka dan akhirnya memesan, sampai sekarang hehehe...

  • Suka duka usaha yang dijalani

Lebih banyak sukanya sik karena saya cinta dengan pekerjaan saya, dan ini memang bidang saya. Cuma dukanya mungkin, karena saat ini masih berstatus "self employee", segala nya masih dikerjain sendiri, walo untuk produksinya sudah ada yang mengerjakan. Kedepannya, ingin segera punya Asisten Desainer dan bagian Keuangan. Hihihi...

  • Lampirkan foto-foto, list harga juga boleh, dan CP, sekalian akun sosmed

Ragillia Rachmayuni
Telp./ WA : 082383782272
Pin BBm   : 549FB5B6
Twitter      : @PaperoHouse
Instagram : @PaperoHouse

  • Pesan buat creativepreneur klo pengen nyemplung di dunia usaha seperti mbak Ragil


Kalau ingin membuka usaha, alangkah lebih baik kalo dimulai dari hal yang kita cintai. Tak apa dimulai dari sesuatu / modal yang kecil, kalo serius digeluti dan fokus, InsyaAllah akan besar. Start small, think big! Dan jangan takut untuk terus berinovasi dan eksplore hal-hal / ide yang baru. Semangattt

Nah, buat yang tertarik dengan produk dari Papero, sila hubungi kontak yang udah komplit di atas yah :D

Mbak Ragil dan beberapa produk dari Papero


Produk mahar dari Papero

Nah, kalau ini foto narsis Mbak Ragil dan Pemilik blog :D

Resep MPASI: Kukus Kentang Ceria



Adek Khai agak-agak menunjukkan gejala GTM. Makannya dilepeh, kalau buah sih masih mau. Tapi, tetep harus dapet karbo, protein, dll dong yah. Akhirnya, Ummi bikin menu yang lain. Siapa tahu adek Khai GTM karena bosen. Nah, ini bisa-bisanya Ummi aja kasih nama Kukus kentang ceria, karena Ummi jadi ceria saat si adek makan dengan lahapnya, sampe ludeeeees... :D

Oke deh, inih resep dan cara pembuatannya, siapa tahu bisa dicoba sebagai variasi menu buat MPASI si kecil yang lagi GTM juga yah temans :)







Gampang kaaaaan, rasanya juga enak lho. Buktinya, Mbak Nai juga doyan, walaupun nggak pake gulgar, karena adek Khai belum 1 tahun. Jadi, kita emang kudu kreatif yah jadi Ibu. Puter otak gimana caranya supaya si kecil tetap dapet asupan gizi yang lengkap hahaha... :D

Ngebahas Perempuan


Belakangan ini, saya jadi lumayan sering nongkrong di depan TV. Tepatnya, jam 9 pagi sampai jam 11. Ada 2 acara di salah satu stasiun TV swasta yang ngebahas tentang perempuan. Hmmmm... Tergantung temanya juga sih, menarik atau nggak.

Waduh... Mubazir, ngabisin waktu ajah!. Tenaaaaaang... Nggak juga. Wong saya nontonnya nyambi nyiapin bahan-bahan buat masak, trus ntar pas iklan, goreng2, trus nyambi ngasuh adek Khai juga. Kadang nyambi muter cucian di mesin cuci. Pokoke nyambi apa yang bisa disambi deh. Mak-mak gitu yak, multitasking hahahaa...

Lumayaaan lah, dapet ilmu juga pas nontonnya. Trus dapet inspirasi buat nulis. Yah namanya perempuan, nggak akan habis-habisnya buat dibahas. Segala sisi tentang perempuan itu selalu menjadi hal yang menarik buat dikupas.

Dari perempuan, tak hanya ada pelajaran tentang kelembutan, kesabaran, pengorbanan, ketangguhan, tapi juga amarahnya. Makanya, perempuan juga butuh penyeimbang, mengingat begitu beratnya peran yang harus dijalankan.

Pas nonton acara inih, jadi makin banyak bersyukur, ternyata hidup saya nggak "seribet" hidup mereka. Eh tapi kudu tetep bersyukur juga kalau ternyata ada kisah mereka yang mungkin jadi bagian dari kisah kita juga, itu artinya kita nggak sendiri. Jadi, jangan ngerasa paling menderita sedunia deh ah! :D

Nah, terus lanjut acara yang jam 10, salah satu episodenya bertemakan pusing pala mami. Narasumber yang dihadirkan adalah 3 orang artis yang masing-masingnya, punya anak 1, anak 2, dan anak 3. Mereka ngebahas tentang bagaimana rempongnya ngurusin anak.

Yang gue banget itu adalah pas narasumber yang punya anak 2 itu ngomong gini:

"Saya pikir, punya anak lagi saat usia sang kakak udah gede (hampir 5 tahun) itu bakal lebih mudah. Eh ternyata nggak, malah mulai dari 0 lagi. Si kakak malah jadi nggak mandiri bahkan cemburuan"

Nah... Ini... Yang ini nih yang bikin pusing pala Ummi. Mbak Nai yah begini ini. Jarak usianya dengan adek Khai 5 tahun, tapi manja dan cemburuannya, ampuuuuun dah. Emang kudu banyak-banyak sabar.

Trus, pas bahas peran suami. Ada 3 macam peran suami yang ditampilkan. Kurang lebih:

1. Menolong istri dalam mengurus baby dan kerjaan domestik.

2. Menggendong dan menyendawakan baby setelah menyusu.

3. Mengajak baby jalan-jalan

Nah, narasumbernya ada yang ngejawab ketiga hal tersebut dilakukan oleh suaminya. Ada juga yang ngejawab cuma yang no 2. Daaaan jawaban narasumber yang terakhir, suami cuma ngebantu lewat doa dari jauh aja XD

Duh... Duh... Duh...

Temans... suami mu ngelakuin yang nomer berapa? :D

Klapertart Kukus Ala Ummi



Hari ini adalah #WorldBakingDay tapi, kesian deh saya, nggak punya oven, jadi nggak bisa ikut seru-seruan hahaha... Niat sih pengen punya oven listrik, tapi sayang watt nya :D lha kalau yang oven tangkring, sedang dipertimbangkan XD

Tapi, bukan berarti nggak bisa bikin makanan-makanan enak buat keluarga. Masih buanyaaaak resep yang no baked. Jadi, jangan heran kalau resep-resep di sini pada dikukus hahaha... termasuk resep yang satu ini, yaitu klapertart kukus. Nggak kalah enak kok dengan yang dipanggang. Cara buatnya juga gampang banget. Yuuuuk mariiiii... ^_^


  • Siapkan wadah untuk klapertartnya. Saya menggunakan wadah alumunium foil. Biar sama kaya' yang dijual-jual. Bisa juga menggunakan 1 wadah besar.



  • Siapkan wadah untuk memasak vlanya

  • Masukkan vla ke dalam wadah alumunium foil. Beri kismis. Pakai kacang kenari sih enak juga, tapi gi nggak ada nih. Terakhir, taburkan keju parut, kesukaan Nai

  • Kukus selama 40 menit dengan menggunakan api sedang. Taburi bubuk kayu manis, jangan terlalu banyak, biar nggak pahit.


Jadiiii... deh, beneran enaaaaaak...  Nggak percaya? sila eksekusi resepnya ^_^


Pameran Hasil Karya Sekolah Nai


Wah... nggak kerasa nih bentar lagi Mbak Nai selesai TK nya. Masuk SD deh. Jadi, ada pameran hasil karya anak-anak selama mereka belajar di TK, sekalian lomba mewarnai juga. Penasaran gimana hasil karya Mbak Nai. Hmmmm... memang sih Mbak Nai ini suka banget mewarnai. Tapi nggak yang terlalu gimanaaaa gitu hasilnya. Warnanya masih warna tunggal gitu. Maksudnya, dia nggak menggabungkan beberapa warna sekaligus untuk beri efek yang lebih oke. Harap maklum, wong Umminya juga nggak bisa. Bisanya mewarnai standar aja hahaha...


Jadi, kami telat dateng. Acara mewarnai udah mulai di dalam kelas. Untuk acara yang di luar, belum lama mulai sih, baru kata sambutan pengawas sekolah aja. Tapi, karena terlambat, Nai jadi paling terakhir ngumpulin hasil mewarnainya. Nggak papa, yang penting masih hasil usahanya sendiri, nggak dibantuin kaya' beberapa orang temennya :D


Setelah anak-anak selesai mewarnai dan pembukaan acara diresmikan, orang tua bisa keliling untuk melihat hasil karya anak-anak. Hasil karya anak-anak juga bisa diambil lho buat dibawa pulang. Tentu aja hasil karya Nai juga kami ambil, buat kenang-kenangan.

Di akhir acara, ada hasil pengumuman dari lomba mewarnai. Nai nggak kepilih :D



Kelas Inspirasi 3 Pekanbaru: Semua Punya Kesempatan yang Sama


Semua punya kesempatan yang sama. Yup, semuanya tanpa terkecuali. Itulah tema yang kami usung saat menjadi relawan pengajar di SD 003 YKWI Pekanbaru. Saya termasuk salah satu dari 6 orang relawan pengajar dari Kelas Inspirasi 3 Pekanbaru.


Kami berbagi semangaat, kepada anak-anak SD tersebut. Kami membahas tentang profesi kami masing-masing. Memotivasi mereka agar tetap semangaat untuk bersekolah dan menggapai cita-cita. Terlepas dari latar belakang pendidikan dan perekonomian orang tua mereka. Mereka punya kesempatan yang sama, asal mau tetap berusaha.

Pagi itu, pertama kalinya saya mengikuti upacara bendera, sejak kelulusan saya dari SMA. Setelah selesai upacara, ada perkenalan sebentar. Selanjutnya, masing-masing kami masuk ke dalam kelas. Inih nih yang rasanya gimanaaaa gitu. Nggak punya pengalaman ngajar SD bo', pernahnya ngajar anak SMK or Mahasiswa.

Di dalam kelas, anak-anak udah menunggu. Mata mereka berbinar, senyumannya merekah. Terlebih ketika melihat tentengan yang saya bawa, tatapan tak sabaran pun semakin terlihat jelas.

Setelah memperkenalkan diri, sekaligus profesi saya sebagai seorang penulis, saya mengajak anak-anak ini untuk membuat mading cita-cita. Menjelaskan kepada mereka apa itu mading, apa manfaatnya, dan bagaimana membuat mading agar menarik. Tujuannya adalah melatih mereka untuk terbiasa dengan baca tulis. Ya, untuk membuat mading, dibutuhkan membaca, dengan mencari informasi lewat media cetak maupun online, lalu menuliskannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.


Awalnya, saya puyeng juga. Apa yah yang bisa saya lakukan di dalam kelas selama 30-45 menit tanpa membuat anak-anak menjadi boring. Nggak mungkin dong ngomongin buku melulu. Untungnya, si Abi menyarankan saya untuk membuat mading cita-cita bersama anak-anak.

Saya menyiapkan 6 buah karton besar yang berwarna-warni, menyiapkan kertas HVS yang berwarna-warni juga, 2 buah spidol, berwarna hitam dan merah, 2 buah gunting, dan lem kertas. Setelah mereka memilih warna karton besarnya, mereka juga boleh memilih warna kertas HVS sesuai dengan warna kesukaan mereka masing-masing. Lalu, menuliskan nama dan cita-cita mereka, beserta alasan mengapa mereka memilih cita-cita tersebut.


Setelah kertas cita-citanya terkumpul, kertas tersebut lalu digunting untuk membentuk pinggirannya. Kemudian di lem di atas karton. Terakhir, mereka boleh memberikan hiasan berupa gambar-gambar.


Seruuuuu... Anak-anak sangat antusias!. Saya pun bisa bernafas lega hahahaa... Dan waktu berjalan tanpa terasa.

O yah, biar makin seru, saya sampai berguru ke Mbak Nai, buat diajarin yel-yel dan tepuk tangan gitu *berasa jadi anak TK*
Nggak mungkin dong saya pake tepuk pramuka :D

Tak terasa, sebelum zuhur, kelas selesai. Tinggal selebrasi aja. Nah, kami memberikan tanaman pucuk merah kepada sekolah beserta alat penyiram tanamannya. Biar makin seru, kami juga ada sesi menerbangkan balon cita-cita, dan juga pengisian pohon cita-cita. Lucunya, banyak anak-anak yang nggak rela balonnya dilepaskan, maunya dibawa pulang :D


Hari ini, rasanya beda banget deh. Bener-bener pengalaman yang seru. Saya banyak berkenalan dengan orang-orang baru. Saya juga bisa melihat potret sebuah pendidikan dari sudut yang berbeda. Di sini, di SD 003 YKWI, yang sudah bisa dikatakan senior dari segi usia keberadaannya dan terletak di tengah kota, namun mengalami begitu banyak penurunan. Terlihat jelas dari jumlah siswanya, yang keseluruhannya cuma sekitar 60 orang saja, baik dari masyarakat umum sekitar, maupun yang dari panti asuhan YKWI. Jadi, ada kelas yang siswanya hanya 5 orang lho. Trus, yang 5 orang ini nggak hadir 2 orang, tinggal 3 orang aja yang ikut kelas inspirasi. Awalnya krik... krik... juga, tapi 3 orang ini tetap antusias.


Buat guru-gurunya, saya luaaaar biasa salut. Hasil sharing dengan guru kelas 1, bener-bener berusaha keras banget buat ngajarin anak-anak itu baca tulis, karena mereka nggak TK. Apalagi bacaannya nggak diulang di rumah, karena orang tua mereka sendiri buta huruf. Belum lagi nih yah karakter anak-anak yang lahir dan besar di lingkungan pasar. Sempet roaming juga saya sama bahasa mereka  XD

Terakhir, saya suka dengan program kelas inspirasi yang menjadi bagian dari Indonesia Mengajar ini. Moga semakin banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh sekolah, anak-anak didiknya, maupun para relawan. Pengen ikutan lagi ah tahun depan, semoga aja bisa. Aamiin...





Pempek Anti Gagal, Enak, Mudah, dan Murah



Enaaak... apalagi plus es jeruk

Nai dan Abinya itu doyan banget sama pempek, apalagi pempek kapal selam. Setiap makan pempek, Nai selalu nanyain, Ummi bisa buat nggak?. Hmmmm... apa sih yang nggak bisa Ummi buat, selama bahan ada, peralatan ready, dan resepnya googling :D

Akhirnya, setelah dapet resep colekan di twitter oleh Mbak Naqiyyah Syam, Ummi pun beraksi di dapur. Mbak Naqi bilang, resepnya anti gagal. Saya jadi makin semangat dong yah. Apalagi ini pertama kali bikin, pasti happy banget kalau ternyata bisa sukses. Sayangnya, takaran Mbak Naqi kurang jelas, pake cup, sementara saya biasanya pake timbangan. Akhirnya saya sontek juga resep pempek dos punya Mbak Endang JTT.

Iyah, pempek dos, karena nggak ada ikan di rumah :D
Etapi, Mbak Naqi bilang, pake ikan teri rasanya oke juga. Untung aja ada ikan teri yang ready di kulkas, nggak nyampe 1 ons sih, lumayaaaaan laaaaah 
Daaaan... si Abi ngakak, masa sih pempek pake ikan teri, biasanya tenggiri or gabus gitu. Padahal apa salahnya yak, pan teri ikan juga XD

Oke, baiklah... kita langsung ke resep dan cara pembuatannya yah ^_^

Bahan:

Pempek
  • 250 ml air
  • 2 sdt garam
  • 125 gr tepung terigu
  • 2 butir telur
  • 200 gr tepung tapioka/kanji/sagu
  • 1 gr ikan teri tanjung

Isi

4 butir telur kocok lepas

Kuah
  • 200 gr gula merah
  • 100 gr gula pasir
  • 500 ml air
  • 3 sdm cuka/100 ml air asam jawa
Bumbu yang dihaluskan untuk kuah
  • 8 siung bawang putih
  • 5 cabe rawit
  • 1/2 sdm garam


Cara Membuatnya:

  • Blender teri tanjung dengan menggunakan air. Lalu masak bersama garam hingga mendidih. Kecilkan api, masukkan tepung terigu secara perlahan-lahan sambil terus diaduk agar tidak gosong dan menggumpal. Setelah itu, matikan api, dan biarkan sampai adonan terasa hangat
  • Masukkan telur satu per satu sambil diaduk. Lalu masukkan tepung tapioka perlahan-lahan. Uleni adonan hingga kalis. Saya pakai tangan aja. kalau pake mikser or food processor oke juga, lebih gampang.
  • Setelah kalis, bentuk adonan bulat lalu bentuk cekungan untuk meletakkan telur sebagai isian.



  • Masukkan telur, lalu rekatkan ujung-ujungnya dengan hati-hati



  • Rebus pempek hingga mengapung




  • Goreng pempek hingga kecoklatan


  • Pempek siap dinikmati dengan kuahnya


Alhamdulillah... berhaaaaasiiil!. Bener-bener anti gagal. Rasanya juga uenaaaak, padahal sebelumnya diledekkin sama si abi karna pake ikan teri. Trus kerennya lagi, bahan-bahannya juga murah, dibandingkan beli ikan tenggiri hihihi... XD

Ntar mau bikin lagi?

Eheeeeem... sepertinya mikir-mikir dulu. Bikinnya lama, ngabisinnya sebentar bingiiiiit. Apalagi ada adek Khai yang tiap sebentar mengintrupsi hahaha... Mending beli deh. Habisnya, masukkan telurnya ituh bikin rada-rada prustasi :D
Lain kali, saya pakai irisan telur rebus aja kali yak, biar gampang.

Selamat mencobaaaaaa.... ^_^